Darurat Keamanan Kabuh: Penyerangan Bersenjata dan Pembakaran Motor Adalah Kejahatan Terencana, Polsek Kabuh Jangan Buntut Tikus! - KUPAS TUNTAS NEW

Minggu, 16 Agustus 2026

Darurat Keamanan Kabuh: Penyerangan Bersenjata dan Pembakaran Motor Adalah Kejahatan Terencana, Polsek Kabuh Jangan Buntut Tikus!

 



KUPAS TUNTAS NEW || JOMBANG

Aksi premanisme dan teror jalanan brutal meletus di wilayah hukum Polsek Kabuh pada Sabtu dini hari (15/8/2026) sekitar pukul 00.30 WIB. Peristiwa pembacokan, penganiayaan secara barbar, hingga pembakaran sepeda motor milik warga bukan sekadar gesekan biasa, melainkan bukti nyata bobroknya sistem pengamanan dan pemeliharaan kamtibmas oleh aparat kepolisian setempat. Minggu 16/8/2026.

Kejadian bermula saat korban yang tengah melintas mendadak dihentikan paksa oleh sekelompok orang yang telah bersenjata tajam dan tumpul. Tanpa ampun, para pelaku mengeroyok korban, merusak armada, dan membakar sepeda motor korban di tempat hingga hangus. Korban hanya bisa menyelamatkan diri di tengah ancaman nyawa.

Pimpinan Redaksi Nasionaldetik.com, Ir. Edi Supriadi, bersama Gus Wal mengecam keras insiden ini dan mendesak ketegangan hukum tanpa pandang bulu.

“Kami mendesak Polres Jombang dan Polsek Kabuh bergerak cepat! Tangkap seluruh pelaku pengeroyokan, termasuk jika ada dugaan keterlibatan oknum APH. Kepolisian jangan 'buntut tikus' atau sekadar formalitas olah TKP!” tegas Ir. Edi Supriadi.

Fakta Kejahatan Terencana dan Pembuktian Kinerja Aparat:

-Pembiaran Dua Jam: Rekaman CCTV menunjukkan kelompok massa bersenjata telah berkumpul dan menyusun pola penyerangan sejak pukul 22.00 WIB. Adanya jeda waktu lebih dari dua jam sebelum eksekusi pada 00.30 WIB membuktikan fungsi preemptive dan patroli Polsek Kabuh mati angin.

Bukti Digital Sudah Terang Benderang: Pihak korban dan saksi telah mengantongi bukti solid berupa rekaman CCTV berdurasi panjang, foto pergerakan massa, hingga video pembakaran kendaraan yang memperlihatkan wajah-wajah pelaku secara eksplisit.

Dengan bukti yang sedemikian telanjang, tidak ada lagi alasan bagi kepolisian untuk bersembunyi di balik dalih "masih dalam penyelidikan" atau "kurang bukti."

Redaksi Nasionaldetik.com mendesak Kapolres Jombang turun tangan langsung guna membongkar hingga ke akar-akarnya, termasuk memburu aktor intelektual dan dalang di balik teror terencana ini. Rakyat membutuhkan jaminan keselamatan nyata di jalan raya, bukan sekadar imbauan manis di media. Jika penanganan kasus ini melempem, kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Kabupaten Jombang dipastikan runtuh total.

(Tim Redaksi)

Comments


EmoticonEmoticon

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done