DI TENGAH ISU GLOBAL, DITJEN IMIGRASI CETAK KENAIKAN PNBP VISA WALAU JUMLAH PENERBITAN MENURUN: FOKUS PADA "SELECTIVE POLICY" DAN KUALITAS LAYANAN - KUPAS TUNTAS NEW

Selasa, 07 Juli 2026

DI TENGAH ISU GLOBAL, DITJEN IMIGRASI CETAK KENAIKAN PNBP VISA WALAU JUMLAH PENERBITAN MENURUN: FOKUS PADA "SELECTIVE POLICY" DAN KUALITAS LAYANAN

 


KUPAS TUNTAS NEW || JAKARTA 

Direktorat Jenderal Imigrasi mencatatkan performa finansial yang positif pada Semester I Tahun 2026 dengan membukukan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor visa sebesar Rp 2.815.639.500.000. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 6,42% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang bernilai Rp 2.645.712.900.000. Tren pertumbuhan ini menunjukkan resiliensi di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global sejak awal tahun. Selasa 7/7/2026.

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menegaskan bahwa orientasi kebijakan imigrasi saat ini telah bergeser dari sekadar mengejar kuantitas kuantitatif menuju peningkatan kualitas pelayanan dan pengawasan berbasis efisiensi. Kebijakan selektif ( selective policy ) menjadi instrumen utama dalam menyaring arus perlintasan internasional.

"Kami mengedepankan transformasi digital dan selective policy untuk memastikan bahwa setiap warga negara asing yang masuk ke Indonesia memberikan nilai tambah bagi ekonomi nasional, tanpa mengabaikan aspek keamanan negara," ujar Hendarsam pada Senin (6/7/2026).

Sepanjang semester pertama tahun 2026, total penerbitan visa tercatat sebanyak 3.924.500 dokumen. Jumlah ini sebetulnya mengalami penurunan sebesar 6,77% dibandingkan Semester I-2025 yang mencapai 4.209.465 penerbitan. Penurunan paling signifikan terjadi pada sektor Bebas Visa Kunjungan (BVK) yang menyusut hingga 87,91%, dari semula 438.423 pada tahun 2025 menjadi hanya 52.999 penerbitan pada periode yang sama tahun ini. Di sisi lain, penerbitan visa kunjungan indeks C1 justru menunjukkan peningkatan positif sebesar 2,76% dengan total 3.829.902 dokumen dibanding tahun lalu sebanyak 3.726.855.



Hingga pertengahan tahun ini, lima besar negara asal wisatawan mancanegara yang mendominasi kunjungan ke Indonesia adalah:

 1. Australia: 848.802 kunjungan

 2. China: 668.432 kunjungan

 3. India: 334.107 kunjungan

 4. Korea Selatan: 202.101 kunjungan

 5. Amerika Serikat: 186.463 kunjungan

Sementara itu, implementasi kebijakan strategis Golden Visa juga menunjukkan sinyal positif dengan total 143 penerbitan. Untuk jenis visa konvensional, Visa Kunjungan Saat Kedatangan ( Visa on Arrival ) menjadi yang paling mendominasi dengan 3.481.490 penerbitan, disusul visa kunjungan indeks C1 (113.323 penerbitan), dan visa kunjungan indeks C20 untuk keperluan Instalasi Alat (83.852 penerbitan).

Di sisi pengawasan, Ditjen Imigrasi telah mengeksekusi 10.911 tindakan administratif keimigrasian, di mana 3.260 di antaranya berupa pembatalan izin tinggal dan deportasi. Tindakan tegas ini mayoritas dijatuhkan kepada orang asing yang terbukti melakukan aktivitas berbahaya, mengancam keamanan dan ketertiban umum, serta melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, proses hukum pidana ( projustitia ) dijalankan terhadap 23 orang WNA, dengan rincian: 17 orang dalam tahap penyidikan, 4 orang dalam proses persidangan, dan 1 orang telah memperoleh keputusan hukum tetap (inkracht ).

"Setiap tindakan administratif, mulai dari penangkalan hingga deportasi, merupakan langkah kami untuk menyaring kualitas orang asing yang masuk demi meminimalisasi potensi risiko yang akan mengganggu keamanan dan ketertiban nasional," tegas Hendarsam.



Dalam kurun waktu enam bulan terakhir, aspek penangkalan juga diperketat. Tercatat 401 WNI dan 36 WNA dicegah keluar dari Indonesia atas permintaan aparat penegak hukum. Di sisi kedatangan, sebanyak 2.102 WNA dimasukkan ke dalam daftar penangkalan, dengan 93,2% di antaranya (1.959 orang) terkait dengan pelanggaran keimigrasian. Petugas imigrasi di lapangan juga melakukan penundaan keberangkatan terhadap 1.704 pelintas yang terindikasi berisiko tinggi.

Pada sektor layanan domestik bagi warga negara, Ditjen Imigrasi menerbitkan 1.673.816 paspor dan menolak 9.017 permohonan yang tidak memenuhi persyaratan. Bagi warga asing yang menetap, diterbitkan 23.082 Izin Tinggal Terbatas (ITAS) dan 3.330 Izin Tinggal Tetap (ITAP). Selain itu, terdapat 54 permohonan Global Citizenship of Indonesia yang kini telah diproses. Total perlintasan di seluruh gerbang imigrasi Indonesia mencatat angka yang seimbang, yakni 12.891.069 kedatangan dan 12.866.474 keberangkatan, mencakup pergerakan WNA maupun WNI.

Menutup keterangannya, Hendarsam menegaskan komitmen penuh jajaran Direktorat Jenderal Imigrasi untuk terus memperbarui dan memperbaiki ekosistem pelayanan publik di paruh kedua tahun 2026.

"Capaian semester pertama ini menjadi batu loncatan bagi kami. Ke depan, kami akan terus mengupayakan pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian yang lebih baik serta mampu merespons tantangan global yang semakin dinamis," pungkasnya.

Sumber : Humas Imigrasi Cilacap 

Fitriani 

Comments


EmoticonEmoticon

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done