KUPAS TUNTAS NEW || KEBUMEN
Memasuki hari kesembilan pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kebumen gencar melakukan sosialisasi edukatif kepada masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di pusat keramaian kota ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas guna menekan angka kecelakaan di jalan raya.
Dalam kegiatan yang berlangsung pada Selasa (10/2) pagi, petugas kepolisian tidak hanya memberikan teguran, namun lebih mengedepankan pendekatan humanis. Para petugas terlihat membagikan brosur berisi panduan keselamatan berkendara serta memberikan apresiasi kepada pengendara yang telah tertib aturan.
IPDA Fuad Hasan, S.H., selaku Kur Bin Ops Satlantas Polres Kebumen, menyampaikan bahwa fokus utama kegiatan ini adalah preemtif dan preventif.
"Harapan dari kegiatan operasi simpatik ini adalah untuk terus meningkatkan kesadaran berlalu lintas bagi masyarakat Kebumen dan sekitarnya. Kami ingin memastikan setiap warga merasa aman, nyaman, dan selamat saat menempuh perjalanan," ujar IPDA Fuad.
Ada beberapa momen menarik dalam sosialisasi kali ini:
Apresiasi Pengendara Tertib: Petugas memberikan paket minuman kesehatan kepada pengendara motor dan sopir truk yang kedapatan lengkap surat-suratnya serta menggunakan perangkat keselamatan dengan benar.
Edukasi Sejak Dini: Petugas juga menyapa anak-anak yang dibonceng orang tuanya untuk memberikan edukasi ringan mengenai pentingnya menggunakan helm.
Hadirnya Maskot Zebra: Kehadiran maskot Zebra (Zeta) menjadi daya tarik tersendikan, membuat suasana sosialisasi menjadi lebih ceria dan dekat dengan masyarakat.
Pemeriksaan Kelengkapan: Selain surat kendaraan, petugas juga membantu memastikan helm pengendara terpasang dengan klik (sempurna) demi keamanan maksimal.
Operasi Keselamatan Candi 2026 ini dijadwalkan berlangsung hingga 15 Februari 2026 mendatang. Satlantas Polres Kebumen mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu mengecek kondisi fisik dan kendaraan sebelum bepergian, serta selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas.
"Ingat, kecelakaan seringkali berawal dari pelanggaran. Mari kita jadikan keselamatan sebagai kebutuhan bersama," tutup IPDA Fuad.
Red/Fit

