Sambut Expo Kutowinangun, FKPPI Rayon 09 Matangkan Strategi Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Anggota - KUPAS TUNTAS NEW

Rabu, 10 Juni 2026

Sambut Expo Kutowinangun, FKPPI Rayon 09 Matangkan Strategi Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Anggota

 



KUPAS TUNTAS NEW || KUTOWINANGUN 

Guna mempererat tali silaturahmi sekaligus menyusun langkah taktis roda organisasi, Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-POLRI (FKPPI) Rayon 09 Kutowinangun sukses menggelar rapat perdana kepengurusan. Kegiatan yang berlangsung penuh semangat kebersamaan ini diselenggarakan di Kediaman Ibu Kris pada Senin, 8 Juni 2026.

Rapat perdana ini dipimpin langsung oleh Ketua FKPPI Rayon 09 Kutowinangun, M. Seno, serta dihadiri oleh jajaran pengurus harian dan anggota aktif. Agenda utama pertemuan ini difokuskan pada penguatan koordinasi internal, penataan manajemen keuangan yang akuntabel, program digitalisasi keanggotaan, hingga persiapan matang menyambut ajang bergengsi Expo Kutowinangun.

Dalam sambutannya yang di wakili oleh Ketua 2 FKPPI Rayon 09 Kutowinangun, Ni Made Aryani menegaskan pentingnya komitmen kebersamaan untuk membawa organisasi berkontribusi nyata bagi internal anggota maupun masyarakat luas. Sebagai langkah awal penguatan internal, organisasi akan segera menerbitkan Kartu Tanda Anggota (KTA) baru.

"Untuk tertib administrasi, kami akan menerbitkan ID Card digital serta ID Card khusus lapangan. Kami mengimbau kepada seluruh anggota yang belum melengkapi persyaratan administratif untuk segera menyelesaikannya," jelas Ni Made Aryani 

Salah satu poin krusial yang disepakati dalam rapat ini adalah penataan regulasi keuangan organisasi yang transparan dan tidak memberatkan. Melalui musyawarah mufakat, disepakati adanya iuran wajib sebesar Rp 10.000,- per pertemuan bulanan, serta iuran sukarela (jimpitan) untuk dana sosial bagi anggota yang menjalani rawat inap (opname) di rumah sakit.

Guna mendukung kesejahteraan bersama, FKPPI Rayon 09 juga meluncurkan program tabungan tanpa potongan yang akan dibagikan setahun sekali menjelang Hari Raya Idul Fitri. Organisasi menegaskan batasan tegas bahwa uang kas murni digunakan untuk kepentingan bersama dan operasional organisasi, bukan untuk pinjaman. Sebagai solusinya, peminjaman darurat bagi anggota dialokasikan dari dana tabungan dengan batas waktu maksimal 90 hari (3 bulan) serta wajib tepat waktu agar asas keadilan bergulir secara bergantian.

Menariknya, rapat juga menyepakati aturan yang humanis terkait konsumsi pertemuan. Anggota yang menjadi tuan rumah tidak diwajibkan memaksakan konsumsi mewah, demi menjaga marwah organisasi agar tidak memberatkan anggotanya sendiri.

Menghadapi perhelatan Expo Kutowinangun yang akan datang, FKPPI Rayon 09 membuat terobosan ekonomi kreatif melalui Divisi UMKM yang dikoordinatori oleh Ibu Rasmiyatun dan Ibu Warti. Organisasi menyediakan stand khusus bagi anggota yang memiliki produk usaha secara gratis tanpa uang pendaftaran, dengan sistem sharing profit sebesar 20 persen untuk kas organisasi. Peluang ini juga dibuka bagi pelaku usaha luar FKPPI dengan biaya pendaftaran Rp 50.000,- ditambah skema bagi hasil yang sama.

Menutup rangkaian rapat, ketua 2 FKPPI Rayon 09 Kutowinangun, Ni Made Aryani mengingatkan seluruh kader untuk memanfaatkan teknologi komunikasi secara optimal.

"Seluruh anggota wajib bergabung dan memantau saluran komunikasi WhatsApp resmi FKPPI Rayon 09 Kutowinangun. Ini penting agar seluruh dokumentasi kegiatan, informasi instruksi, dan dinamika keorganisasian dapat tersampaikan secara cepat, valid, dan satu pintu," pungkas Ni Made Aryani.

Fitriani 




Comments


EmoticonEmoticon

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done