BANDUNG | Kupastuntasnew.com
Dugaan skema transaksi mencurigakan yang menyeret nama institusi perbankan nasional mulai memicu perhatian publik. Aktivis Eko Setiawan angkat bicara, membongkar rangkaian proses yang disebut penuh kejanggalan, janji pencairan dana besar, hingga dugaan pencatutan nama bank.
Eko mengaku, dirinya bersama sejumlah pihak telah menunggu realisasi pencairan dana yang dijanjikan sejak Ramadan 2025 hingga Ramadan 2026. Nilainya disebut-sebut fantastis, berkaitan dengan proyek pembangunan rest area di wilayah Purwakarta.
Namun, alih-alih cair, yang terjadi justru penundaan berulang, informasi berubah-ubah, dan kepastian yang tak kunjung datang.
“Setiap kali dijanjikan cair, selalu gagal. Alasannya berubah-ubah,” ungkap Eko.
Yang membuat situasi semakin serius, dalam proses tersebut beredar dokumen dan komunikasi yang mengatasnamakan bank nasional, yakni BCA cabang Asia-Afrika Bandung.
⚠️ Undangan Hotel, Janji Besar… Tapi Nol Realisasi
Tak hanya komunikasi, Eko juga menyebut adanya undangan pertemuan dari pihak yang mengaku terkait, yang digelar di sebuah hotel di wilayah Subang.
Namun hasilnya?
Tidak ada kejelasan. Tidak ada pencairan. Tidak ada kepastian.
📂 Bukti Mulai Dikumpulkan, Jalur Hukum Disiapkan
Merasa ada yang tidak beres, Eko kini mulai mengumpulkan dokumen, rekaman komunikasi, hingga kronologi lengkap untuk diserahkan kepada aparat penegak hukum.
“Kalau ini memang bermasalah, harus dibuka terang. Jangan sampai masyarakat lain jadi korban,” tegasnya.
🚨 Seret Nama Bank, Publik Minta Klarifikasi!
Kasus ini langsung memicu kekhawatiran karena menyangkut kepercayaan publik terhadap sistem perbankan. Jika benar ada pencatutan nama institusi atau dugaan praktik tidak sah, dampaknya bisa meluas.
Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak bank maupun perusahaan yang disebut-sebut dalam kasus tersebut.
🔥 Ujian Kepercayaan Publik
Kasus ini kini menjadi ujian serius:
Apakah ini sekadar miskomunikasi… atau ada dugaan skema yang lebih besar?
Satu hal yang pasti, publik menunggu:
Siapa yang bertanggung jawab? Dan ke mana sebenarnya dana yang dijanjikan itu?
Red

