Kok Bisa !!!! Peningkatan Jalan Gurame III Kota Palangkaraya di Kerjakan Sewaktu Hujan Deras PUPR Kota Palangkaraya Belum Bisa Beri Jawaban - KUPAS TUNTAS NEW

Kamis, 12 Februari 2026

Kok Bisa !!!! Peningkatan Jalan Gurame III Kota Palangkaraya di Kerjakan Sewaktu Hujan Deras PUPR Kota Palangkaraya Belum Bisa Beri Jawaban

 


PALANGKARA | Kupastuntasnew.com

Di saat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca nasional untuk Jumat, 19 Desember 2025. Sejumlah wilayah Indonesia diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang berpotensi disertai angin kencang dan petir.

Kondisi ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang masih aktif, termasuk pengaruh eks-siklon tropis dan kemunculan bibit siklon di sejumlah perairan. BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca ekstrem, 

Penguman Resmi ini pun ramai-ramai di beritakan oleh Tv Nasional Contoh Kompas TV,dan Beberapa Media Online Nasional seperti Media Tribun dan lain-lain.

Akan tetapi Tim Koalisi Media Online Nasional Palangkaraya menemukan ada kegiatan Peningkatan jalan atau Pengaspalan jalan di Gurame III kota Palangkaraya,ini adalah Pekerjaan dari dinas PUPR Kota palangkaraya dengan nama paket Peningkatan Jalan Yogyakarta, Jalan Yogyakarta I, Jalan Menteng VIII, Jalan Bukit Palangka II dan Jalan Gurami III,APBD 2025 dengan nilai pagu sebesar Rp. 2.738.000.000,00 ( dua miliar tujuh ratus tiga puluh delapan juta rupiah ), Pemenang Tender atau Penyedia Jasa adalah PT. INDOGOLD AXINDO dan CV MULTITAMA KARYA AMERTA Sebagai Konsultan Pengawasan.

Dengan uraian pekerjaan Lapis resap pengikat (prime coat), Lataston Lapis Aus (HRS-WC) dan Bahan anti pengelupasan (anti-stripping agent) seperti yang kami lihat dari item pekerjaannya, Pengaspalan jalan saat hujan besar mengakibatkan penurunan kualitas drastis, seperti aspal tidak merekat sempurna (daya rekat buruk), campuran aspal terkelupas (stripping), pemadatan tidak maksimal, dan munculnya lubang atau keretakan dini. Air hujan memisahkan aspal dari agregat, membuat jalan cepat rusak dan bergelombang dalam waktu singkat.

Pelaksanaan Lapis Resap Pengikat (prime coat) pada Lapis Fondasi Agregat Kelas A (LPA) yang disusul dengan hujan besar adalah kondisi teknis yang merugikan dan harus dihindari. Sesuai spesifikasi umum, pekerjaan ini seharusnya dilakukan saat cuaca cerah dan permukaan kering.

Pekerjaan Lapis Resap Pengikat (Prime Coat) menggunakan aspal cair atau emulsi tidak boleh dilakukan saat hujan besar. Aplikasi pada kondisi basah atau hujan sangat dilarang dalam spesifikasi teknis pekerjaan jalan.

Pekerjaan pengamparan dan pemadatan Lataston Lapis Aus (HRS-WC) sangat tidak disarankan dilakukan saat hujan besar. Hujan besar menyebabkan air masuk ke dalam campuran aspal panas, yang dapat menurunkan temperatur campuran secara drastis, menyebabkan kegagalan pemadatan, dan mengurangi durabilitas jalan secara signifikan.

Kenapa hal tersebut begitu dipaksakan,adakah kontrol dari konsultan Pengawasan dan PPK selaku Pembuat Komitmen membiarkan hal tersebut terjadi dan pekerjaan ini di anggap selesai atau sudah BAST(berita acara serah terima).

Terkait hal tersebut kami meragukan Standar baku mutu atau Standar Norma Pedoman yang telah ditetapkan Pemerintah.

Terkait masalah temuan ini kami mengusulkan kepada BPK RI dan BPKP Perwakilan Kalteng untuk mengaudit Standar Pekerjaan ini,agar Pelaksanaan pekerjaan Proyek – Proyek Pemerintah dapat berjalan sesuai Standar dan asas mamfaat Penggunaan Jalan tersebut tidak Prematur.

Hal ini kami coba Konfirmasi secara Resmi bersurat KE Dinas PUPR Kota Palangkaraya pada Tanggal 26 Januari 2026, dan Surat Resmi ke 2 (dua) Pada Tanggal 05 Ferbruari 2026, sayangnya tidak pernah ada konfirmasi resmi dari pihak PUPR Kota Palangkaraya.

Doc/Jhon_Borne/Kaperwil/Kalteng.

Comments


EmoticonEmoticon

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done