Oknum Mahasiswa Tukang Peras Harus Disikat: Tapung Hulu Darurat Premanisme Berkedok Intelektual! - KUPAS TUNTAS NEW

Kamis, 05 Maret 2026

Oknum Mahasiswa Tukang Peras Harus Disikat: Tapung Hulu Darurat Premanisme Berkedok Intelektual!

 


KUPAS TUNTAS NEW || KAMPAR

Marwah mahasiswa sebagai agen perubahan kini berada di titik nadir. Alih-alih menjadi penyambung lidah rakyat, sejumlah oknum yang mengatasnamakan aliansi mahasiswa dari berbagai universitas di Riau diduga kuat telah melacurkan idealisme demi materi. Dengan modus "surat aksi demo", mereka menyandera instansi pendidikan dan desa di wilayah Tapung Hulu lewat intimidasi yang sistematis.

Ketua Insan Pers Keadilan, Pajar Saragih, mengecam keras fenomena ini. Namun, ia tidak hanya menyoroti perilaku oknum mahasiswa, tetapi juga mempertanyakan ketidaktegasan Pemerintah Kabupaten Kampar dan Aparat Penegak Hukum (APH) yang seolah membiarkan praktik "pungli gaya baru" ini subur di tengah masyarakat.

"Dunia pendidikan kita di Tapung Hulu sedang diperas, dan kita tidak melihat adanya langkah preventif yang nyata dari pemerintah daerah. Apakah kita harus menunggu semua sekolah bangkrut hanya untuk melayani syahwat materi para penyamun beratribut kampus ini?" tegas Pajar dengan nada geram.

Laporan yang diterima mengungkap pola yang menjijikkan: para oknum menyurati sekolah-sekolah (SD hingga SMA) serta pemerintah desa dengan tuduhan pelanggaran hukum yang dicari-cari. Ujungnya bukan perbaikan sistem, melainkan negosiasi uang tutup mulut agar aksi demo dibatalkan.

Fakta di lapangan menyebutkan beberapa sekolah terpaksa merogoh kocek hingga puluhan juta rupiah. Pajar menilai jika praktik ini dibiarkan, wilayah Tapung Hulu hanya akan menjadi "piala bergilir" bagi para pemeras.

Tuntutan Tegas: Tangkap atau Biarkan Korupsi Mental Berlanjut

Menanggapi fenomena ini, Pajar Saragih mendesak APH untuk segera melakukan tindakan represif:

- Audit dan Tangkap: Kepolisian harus segera bergerak melacak aliran dana dan menangkap aktor intelektual di balik "aliansi" gadungan ini.

- Instansi Jangan Gentar: Sekolah dan Desa diperintahkan untuk tidak memberikan satu rupiah pun. Jika administrasi sudah benar, hadapi! Jangan mau menjadi sapi perah oknum yang menjual nama mahasiswa.

- Daftar Hitam: Pajar mengaku telah mengantongi daftar nama grup oknum mahasiswa yang kerap beroperasi di Tapung Hulu dan siap menyerahkannya ke pihak berwenang.

"Mahasiswa itu pejuang rakyat, bukan penyamun yang memakai atribut kampus untuk mengisi kantong pribadi. Kami menantang Pemda dan Kepolisian: bersihkan Tapung Hulu dari premanisme intelektual ini sekarang juga, atau akui saja bahwa kalian gagal melindungi institusi pendidikan dari gangguan eksternal," pungkas Pajar.

Team Redaksi 

Comments


EmoticonEmoticon

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done